Gadai AJB tanah di Bank BRI Syariah

Dengar dengar ada informasi mengenai Gadai AJB Tanah di Bank BRI syariah, Apakah itu benar? Untuk menjawab jawaban tersebut memang mudah, iya atau tidak. Namun untuk pengetahuan jangka panjang mengenai AJB sebaiknya pahami apa itu AJB dan jenis jenisnya. Sebab ada perbankan yang menerima ajb sebagai jaminan, ada yang tidak. Jadi sangat wajar kalau kalian sedang encari bank yang menerima pinjaman jaminan ajb (akta jual beli) agak sulit. Sebab AJB tanah atau rumah atau dikenal juga dengan surat tanah bukan bukti kuat secara kepemilikan sebuah properti, melainkan hanya sekedar akad jual beli sekaligus sebagai salah satu bukti pengalihan hak atas tanah dan bangunan. Bukan sertifikat hak milik (SHM), jadi kepemilikan atas properti kurang kuat. Itulah mengapa alasan mengapa banyak bank yang meragukan nasabah yang mau  gadai ajb.

gadai ajb tanah di bri syariah

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertahanan Nasional (Perkaban) No. 08 tahun 2012 tentang pendaftaran tanah, AJB adalah akta otentik yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau seorang Notaris yang merupakan syarat dalam jual beli tanah. Dibuatnya AJB oleh PPAT/notaris  maka tanah sebagai obyek jual beli  bisa dialihkan (balik nama) dari penjual  kepada pembeli. Ada juga istilah PJB dalam jual beli tanah, PJB adalah Perjanjian Jual Beli antara pembeli dan penjual. Namun perjanjian tersebut tidak otentik (tanpa saksi seorang notaris). PJB digunakan hanya untuk mengikat perjanjian awal sampai AJB dibuat agar tidak ada kesalahpaham pada proses jual beli tanah. Jadi sudah sangat jelas disini apa fungsi AJB. Anda dijadikan agunan bank, apakah cukup kuat? Bagi sebagian perbankan mungkin bisa, tapi tidak semua ya.

Syarat dan Cara Gadai AJB tanah di Bank BRI syariah

Menurut laman resmi brisyariah. ada jenis pinjaman yang melayani gadai AJB. Disana tertulis jenis pinjaman mikro 75 Ib BRI syariah dengan berbagai agunan. Diantaranya SHM, SHGB,SHMSRS, AJB /Letter C/Girik. Petok D, BPKB, SHPTU/SIPTU, Gadai Deposito. Plafon yang ditawarkan antara 25 juta sampai 75 juta dengan jangka waktu pinjaman 6- 36 bulan dan untuk investasi sampai 60 bulan. Lalu apa saja syarat dan ketentuannya :

  1. Foto kopi E-KTP calon Nasabah dan pasangan (suami / istri), Kartu Keluarga dan akta nikah/cerai/ surat kematian
  2. Surat ijin usaha / Surat Keterangan usaha (SKU Asli)
  3. NPWP wajib (Jika limit pembiayaan lebih dari 50 juta)
  4. Catatan keuangan atau nota-nota penjualan
  5. SPPT PBB bukti lunas PBB tahun terakhir (Wajib untuk jaminan Tanah & Bangunan) (SPPT & STTS asli)
  6. FC agunan dan IMB jika ada
  7. Bukti Riwayat pembiayaan di Bank
  8. Surat permohonan kredit (Optional)

Silakan bawa dokumen persyaratan ke kantor cabang terdekat. Ada juga pilihan lainnya yakni mengajukan pinjaman jaminan ajb di bank cimb niaga dan Bank Danamon. Atau Pinjaman BRI lainnya :

Bank Cimb Niaga adalah bank swasta terbesar kedua setelah bank bca yang tengah berkembang di kawasan asia tenggara, termasuk di Indonesia. Masa perkembangan tersebut menjadi alasan cimb niaga menerima debitur yang mau menjaminkan AJBnya.  CIMB Niaga memberi layanan kepada para kreditur dengan memberi dua pilihan dengan jaminan AJB,yaitu  Mikro Madya Loan dengan plafon maksimal 50 juta dan tenor sampai 3 tahun. Kedua adalah Kredit Mikro Utamdengan jumlah maksimal  100 juta dengan tenor 36 bulan. Kalian bisa pinjam uang di cimb niaga sesuai dengan kemampuan kalian dan sesuai dengan nilai taksiran aset yang dijaminkan lewat AJB.

Baca juga : Gadai Sertifikat rumah di BRI

HAL Yang Harus di Perhatikan Saat Pengajuan Pinjaman AJB

Meski kalian tidak bisa mengajukan gadai AJB tanah di Bank BRI syariah, kalian bisa pinjaman jaminan AJB di CIMB Niaga. Namun ada hal yang perlu digaris bawahi pada pengajuan, yakni AJB merupakan akta fudisia. Artinya Akta yang harus dibuat dihadapan ke notaris untuk didaftarkan ke kantor pendaftaran fidusia. Lho kenapa? Agar Ada kekebalan hukum AJB yang dijaminkan. Tujuan lainnya dari kekebalan hukum itu adalah menghindari jika kreditur mengalami masalah dengan ketidakmampuan melunasi pinjaman, kredit macet. Maka pihak bank akan bisa menyita  aset yang di jaminankan melalui AJB. Begitu.